Monday, October 11, 2010

METODE ILMIAH

Pengertian Penelitian Ilmiah
· Penelitian ilmiah adalah aplikasi secara formal dan sistematis dr metode ilmiah untuk mempelajari dan menjawab permasalahan.
Nazir (1988: 13 – 17): penelitian adalah proses, sedangkan ilmu pengetahuan adalah hasil dari penelitian.
Kerlinger (1986: 17 – 18): investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.
· Tujuan penelitian identik dengan tujuan ilmu pengetahuan pada umumnya, yaitu membuat penjelasan, menyusun prediksi, serta mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu batasan yang ditentukan.
· Bangun dasar suatu ilmu pengetahuan meliputi: observasi, fakta, konsep, definisi, variabel, masalah, hipotesis, hukum, teori dan model (Davis & Cosenza, 1993).
Kriteria yg harus dipenuhi dlm penelitian ilmiah :
· Dilakukan secara sistematis. Proses dilakukan tahap demi tahap secara berurutan (tdk boleh melangkahi tahap lainnya).
· Penelitian dilakukan secara terkendali. Ada perumusan konsep, hipotesis, dll.
· Dilakukan secara empiris.
· Bersifat kritis.
Metode Ilmiah
Karakteristik Metode Ilmiah (Davis & Cosenza, 1993: 37):
1. Bersifat kritis dan analitis.
2. Bersifat logis dan rasional.
3. Bersifat obyektif.
4. Bersifat konseptual dan teoretis.
5. Berifat empiris.
6. Bersifat sistematis.
Metode dan Isu Penelitian
Metode penelitian merupakan sesuatu yang penting untuk didiskusikan karena pemilihan dan penerapan metode penelitian yang tepat akan menjamin kualitas hasil penelitian. Namun demikian, ada aspek yang lebih penting sebelum memilih metode penelitian, yaitu menemukan isu atau masalah yang akan diteliti terlebih dahulu.
Memulai Penelitian
· Setiap penelitian selalu berangkat dari ketertarikan peneliti terhadap suatu fenomena.
· Ketertarikan tersebut kemudian akan memunculkan berbagai pertanyaan yang memerlukan jawaban.
· Upaya untuk menjawab berbagai pertanyaan agar dapat menjelaskan fenomena yang menarik perhatian peneliti tersebut kemudian yang akan dirumuskan menjadi serangkaian pertanyaan penelitian (research question).
Mengapa Tidak Mudah Membuat RQ?
Membuat RQ yang baik: kreatif, inovatif, yang diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran terhadap perkembangan praktik maupun teori, ternyata tidak selalu mudah untuk dilakukan. Hambatan terbesar adalah bagaimana menghadirkan kebaruan (novelty) dalam setiap penelitian kita.
Bagaimana Mengembangkan RQ Yang Kreatif
Sering peneliti dihadapkan pada persoalan jenuhnya bidang kajian (field of research) yang akan diteliti. Kreativitas untuk mengeksplorasi field of reasearch ini menjadi tantangan tersendiri.
Ilustrasi : Topik-topik penelitian implementasi kebijakan publik sering dipandang sudah jenuh (mengalami dead end) sehingga banyak mahasiswa yang “dilarang” melakukan penelitian dalam bidang ini.
Namun demikian sebenarnya masih banyak peluang untuk melakukan penelitian ini dengan mengeksplorasi untuk mencari kebaruan dalam field ini, misalnya:
· Approach: dari yang cenderung top-down menjadi lebih bottom-up.
· Kebijakan: dari yang cenderung distributif ke kebijakan-kebijakan yang reformatif
· Unit analisis: dari fokus hanya kepada birokrasi publik sebagai implementor ke hybrid atau quasi organisasi sebagai implementor dsb.
Memperluas Field of Study
· Jika satu isu saja bisa dikembangkan menjadi tema-tema penelitian yang baru, tentu di dalam disiplin tertentu ada banyak peluang untuk mengembangkan RQ yang kreatif dan inovatif
· Apalagi dalam realitas tema-tema yang dapat dieksplorasi dalam penelitian sangat luas
KRITERIA JUDUL YANG BAIK
· Menarik
· Singkat
· Bersifat Tentatif
· Mampu menggambarkan keseluruhan isi buku
Identifikasi Topik Penelitian
· Apakah ada permasalahan?
· Apakah permasalahan tersebut dapat dipecahkan melalui penelitian?
· Apakah masalah tersebut menarik untuk dipecahkan?
· Apakah masalah tersebut bermanfaat untuk dipecahkan?
Sumber Permasalahan
1. Literatur atau bahan bacaan yg berhubungan dgn keahlian dan minat peneliti.
2. Pengalaman pribadi atau hasil pengamatan empirik.
Karakteristik Permasalahan Penelitian
· Dapat diselidiki melalui pengumpulan dan analisis data à Etika & moral agak sulit untuk diteliti.
· Mempunyai arti penting baik dr latar belakang teori maupun praktek.
· Sekadar menemukan permasalahan yg tdk ada hubungannya dgn pengembangan teori atau tidak memberikan kontribuasi apapun dlm praktek bukan merupakan hal yang disarankan dlm penelitian.
Pertimbangan Dlm Penentuan Masalah Penelitian
· Kegunaan penelitian.
· Prioritas.
· Kendala waktu dan dana.
· Dapat diselidiki.
· Kemampuan Peneliti.
Latar Belakang Masalah
· Menjelaskan secara gamblang tentang adanya masalah.
· Berisi Data & Fakta tentang suatu persoalan, fenomena, kejadian dan masalah yang hendak diteliti.
· Dibuat dengan prinsip segitiga terbalik.
· Menyediakan segala informasi mengenai masalah yang akan diteliti.
· Sangat diperlukan angka-angka, tabel dll.
Perumusan Masalah
Adalah konteks dari penelitian, alasan mengapa penelitian diperlukan dan petuinjuk mengarahkan tujuan penelitian (Evans, 1997: 63)
Karakteristik Perumusan Masalah yang Baik
1. Umumnya menunjukkan variabel yg menarik peneliti dan hubungan deskriptif, di mana permasalahan secara sederhana diungkapkan dalam suatu pertanyaan yg harus dijawab.
2. Perumusan masalah harus disertasi dengan latar belakang masalah yg jelas.
Contoh Perumusan masalah
Masalah utama yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kaum muda keuskupan Purwokerto dalam penanggulangan kemiskinan di perkotaan?
MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
· Maksud Penelitian : mengandung pengertian tentang kegiatan/pekerjaan apa yang akan dilakukan dalam penelitian itu.
· Tujuan penelitian mengandung pengertian tentang apa yang akan dicapai atau diperoleh dari kegiatan/pekerjaan (maksud) itu.
· Jadi upaya atau kegiatan dengan menggunakan metode-metode tertentu menurut prosedur sistematis ini menunjuk kepada maksud penelitian; sedangkan pengetahun dan atau ilmu merupakan tujuan penelitian (tujuan yang hendak dicapai oleh penelitian).
MANFAAT PENELITIAN
Menunjuk kepada manfaat dari pengetahuan dan atau ilmu yang dicapai/diperoleh/disusun/ditemukan dalam penelitian itu.
Ada dua manfaat dari pengetahuan dan atau ilmu yang diperoleh. Yaitu pertama, bagi pengembangan pengetahuan dan atau ilmu itu sendiri; kedua, bagi aspek guna laksana/praktis.